Berwisata ke Gua di Green Canyon Pangandaran Sangat Mengasyikan

Avatar of Meilani
Berwisata ke Gua di Green Canyon Pangandaran Sangat Mengasyikan
Body rafting di Guha Bau Green Canyon Pangandaran./guhabaugreencanyon.com

PANGANDARANTODAY- Siapa yang tidak tahu dengan Green Canyon di Kabupaten Pangandaran. Green Canyon merupakan destinasi wisata air yang menjadi salah satu objek wisata unggulan Jawa Barat.

Selain bisa menikmati keindahan alam, wisatawan juga disuguhkan dengan beberapa gua yang dihiasi oleh bebatuan stalakmit yang terbentuk hingga puluhan tahun.

Sebagaimana yang dilansir pangandarantoday dari tourism.pangandarankab.go.id Desa Wisata Kertayasa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guha Bau yang berperan sebagai pendorong tumbuhnya usaha ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Kertayasa yang berkelanjutan.

BUMDes Guha Bau berdiri sejak tahun 2012 dan sekarang sudah memiliki struktur organisasi, pembukuan yang baik serta memiliki kegiatan usaha dengan sistem kerja dalam bentuk kerjasama dan pemberdayaan potensi desa melalui unit usaha body rafting, perahu pesiar, kios palatar, dan lain-lain.

Baca juga:  Jadwal Pelayanan Poliklinik di RSUD Pandega Pangandaran Selama Bulan Ramadan 1445 H

Kantor sekretariat BUMDes Guha Bau terletak di parkir timur Dermaga Cukang Taneuh (Green Canyon) Jalan Raya Cijulang Green Canyon Desa Kertayasa.

Dalam membangun Desa Wisata Kertayasa, BUMDes menjalin hubungan kerjasama atau kemitraan yang baik dengan akademisi, media, pemerintah, komunitas, dan swasta.

Dan untuk menghadapi persaingan bisnis serta perkembangan tren, BUMDes saat ini menggandeng dan membuka peluang kerjasama dengan akademisi/universitas untuk dapat mengembangkan destinasi wisata di Desa Wisata Kertayasa dengan fokus pengembangan Taman Wisata Palatar.

Sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia agar bisa menciptakan dan mengelola desa wisata menjadi lebih baik, BUMDes Guha Bau melakukan studi banding ke desa wisata yang lebih dahulu maju seperti Desa Wisata Pentingsari dan Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta.

Baca juga:  Desa Wisata Jatiluwih, Representasi Wisata Berkelanjutan di Indonesia

Begitupun sebaliknya, BUMDes Guha Bau juga sering menerima kunjungan studi banding dari desa wisata lainnya.

Untuk mempromosikan Desa Wisata Kertayasa, BUMDes Guha Bau juga menggunakan media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook dan Twitter serta gencar mengupdate informasi dan aktivitas wisata di media sosialnya.

Agar lebih mempermudah wisatawan, sistem pembayaran paket wisata melalui BUMDes Guha Bau sudah bisa dilakukan dengan transaksi non tunai atau cashless.

Dalam pengelolaannya, Desa Wisata Kertayasa juga menemukan hambatan-hambatan diantaranya adalah kurangnya kesadaran wisata dari para pelaku usaha.

Untuk itu, peran pokdarwis sangat dibutuhkan agar pelaku usaha lebih memahami berbagai hal yang berhubungan dengan kepariwisataan guna terciptanya Sapta Pesona.

Baca juga:  Pasar Gembrong Jakarta Timur Terbakar

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah link media sosial yang digunakan sebagai platform informasi Desa Wisata Kertayasa.***