Indeks

BKS PTN Wilayah Barat Gelar KKN Internasional ke-III di Pangandaran Dan Tasikmalaya

BKS PTN Wilayah Barat Gelar KKN Internasional ke-III di Pangandaran Dan Tasikmalaya
Oplus_16908288

PANGANDARAN – Sebanyak 540 Mahasiswa bakal hadir di Kabupaten Pangandaran. Hal tersebut diungkap dalam rapat koordinasi (rakor) Internasional Student Community Engagement (ISCE) ke III tahun 2026.

Rakor digelar oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS – PTN) Wilayah Barat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang digelar di hotel Grand Palma Pangandaran pada Selasa, 23 Juni 2026 malam.

BKS PTN Wilayah Barat Kemendikbud Ristek saat menggelar rakor di Pangandaran, Selasa, 23 Juni 2026 malam.

Dr. Retno Dwi Marwati, Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung mengatakan, KKN Internasional ini diikuti oleh 39 Perguruan Tinggi Negeri di wilayah barat yang mengirimkan Mahasiswa nya ke Pangandaran.

Selain itu kata Retno, ada Perguruan Tinggi Internasional dan 39 Perguruan Tinggi mahasiswa internasional yang akan datang ke Pangandaran. Sedangkan mahasiswa Internasional yang akan datang ke Pangandaran yaitu dari Perguruan Tinggi dari negara China, Bangladesh. Brunei Darussalam, Malaysia dan Malaya.

“Karena dari yang 39 Perguruan Tinggi juga memiliki mahasiswa asing dan akan hadir di Pangandaran untuk yang pertama kalinya,” ujar Retno, Rabu, 24 Juni 2026.

Retno mengatakan, KKN Internasional tahun ini dirinya menjadi host nya Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya, “karena ISBI telah mendapatkan lahan di Pangandaran. Maka sebelum kita hadir disini (Pangandaran) ingin mengenalkan KKN Internasional bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat ,” ujarnya.

Dikarenakan KKN ini sifatnya Internasional, maka kata Retno yang akan digali berbagai potensi yang ada di daerah, diantaranya di sektor pertanian, teknologi dan pariwisata.

Ketua BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong menambahkan, KKN Internasional ini sudah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, seperti yang pertama di Sumatera Utara, kedua di Lampung dan ketiga di Kab Pangandaran.

Rektor UNSIL Tasikmalaya, Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin mengatakan, mahasiswa yang diturunkan untuk mengikuti KKN terbagi dua yakni KKN Reguler dan KKN Internasional.

“Dikarenakan di UNSIL belum ada jurusan pariwisata, maka yang akan dikembangkan adalah sektor pertanian, teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sementara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami yang disampaikan oleh Kepala Kesbangpol, GlDr. Gumilar, bahwa pemerintah daerah sangat terbuka lebar bagi mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata atau KKN.

“Untuk tahun ini saja sudah ada sekitar lima ribu mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi yang melakukan KKN di Pangandaran,” ujarnya.***

Exit mobile version