Cacar Monyet di Jakarta: Update Terkini, Kasus Meningkat

Avatar of Meilani
Cacar Monyet di Jakarta: Update Terkini, Kasus Meningkat
Ilustrasi cacar monyet./Pixabay

PANGANDARAN TODAY – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat peningkatan signifikan pada kasus cacar monyet di ibu kota. Hingga saat ini, jumlah kasus aktif telah mencapai 42 orang, mengundang kekhawatiran di tengah masyarakat.

Pembaruan Kasus Cacar Monyet
1. Jumlah Kasus Positif dan Sembuh
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi, Ngabila Salama, memberikan update terkini. Dari total 42 kasus positif, satu pasien telah sembuh pada Agustus 2022, sementara 41 kasus aktif tercatat pada Oktober – November 2023.

2. Karakteristik Kasus Positif
Ngabila mengungkapkan bahwa dari 41 kasus positif aktif, seluruhnya memiliki gejala ringan. Menariknya, semua kasus ini terjadi akibat kontak seksual, dengan semua pasien berusia antara 25 hingga 50 tahun.

Baca juga:  Bakamla RI Amankan Jalur Mudik di Perairan Karangasem Bali

3. Perkembangan Kasus per Bulan
Rinciannya mencatat 23 kasus aktif pada bulan Oktober 2023 dan 18 kasus aktif pada 1-17 November 2023. Pada tahun 2023, 16 pasien cacar monyet telah selesai isolasi, sementara 22 orang masih menjalani isolasi.

Kasus Terduga dan Pencegahan
1. Jumlah Suspek dan Hasil Pemeriksaan
Ngabila juga melaporkan adanya 2 orang yang diduga terjangkit cacar monyet di wilayah ibukota DKI Jakarta. Namun, hasil pemeriksaan PCR menunjukkan bahwa 132 orang yang dicurigai tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

2. Upaya Pencegahan dan Vaksinasi
Terkait pencegahan, terdapat 9 orang dengan gejala KE Asimtomatis. Sementara itu, 495 orang yang diduga terpapar dan telah menerima vaksinasi cacar monyet dosis pertama, dengan 13 orang di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua.

Baca juga:  Presiden Jokowi Resmikan WHOOSH, Kereta Cepat Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara

Kesimpulan
Dengan adanya peningkatan kasus cacar monyet di DKI Jakarta, Dinas Kesehatan terus berupaya dalam penanganan dan pencegahan. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti protokol kesehatan, dan memahami pentingnya vaksinasi dalam menanggulangi penyebaran penyakit ini.***