Berita  

Hasil Survei, Tingkat Durasi Membaca Warga Pangandaran Hanya 37 Menit

Avatar of Redaksi
Hasil Survei, Tingkat Durasi Membaca Warga Pangandaran Hanya 37 Menit
Ilustrasi sedang membaca buku. FOTO: Pixabay

PANGANDARANTODAY- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran menyampaikan bahwa tingkat durasi membaca warga Pangandaran selama 37 menit.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangandaran, Usep Effendi mengatakan, hasil survei kegemaran membaca Tahun 2021 dengan jumlah responden 15.792 orang.

“Hasil tersebut terhitung 5 persen dari total populasi usia membaca penduduk Pangandaran berusia 15 sampai 59 tahun sebanyak 315.858 orang,” kata Usep kepada wartawan, Kamis (16/2/2022).

“Ada 7 Indikator yang masuk penilaian yakni, tingkat kunjungan, jumlah bahan bacaan, jimlah anggota perpustaakan, jumlah tenaga perpustaakan, jumlah perpustakaan berstandar dan jumlah keterlibatan masyarakat,” terangnya.

Ia mengatakan dari tujuh poin tersebut muncul 2 indikator ketercapaian yakni, frekuensi membaca ke perpustakaan dan durasi membaca. “Maka hasil surveynya rata-rata 37 menit per satu orang Pangandaran,” katanya

Ketersediaan Buku di Perpustakaan Pangandaran
Kepala Bidang Pengolahan Pelayanan dan Pelestarian Bahan Perpustakan Pangandaran Solihudin mengatakan jumlah koleksi di Perpusatakaam Daerah Pangandaran masih terbilang kurang.

Perpustakaan Kabupaten Pangandaran saat ini memiliki jumlah koleksi buku sebanyak 3873 judul buku dengan total 10483 examplar.

Namun buku tersebut tersebar sebagian di Pangandaran Creative Space BI Corner dan Mobil Perpustakaan Keliling.

Berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Kabupaten/Kota, Dispusip Pangandaran merupakan tipe B yang jumlah koleksinya minimal 6000 judul dengan jumlah penambahan koleksi Perpustakaan Kabupaten 0,025 per kapit per tahun.

“Berarti seharusnya penambahan buku koleksi di Perpustakaan Pangandaran sebanyak 5000 sampai 25000 judul per tahun. Sedangkan pembelian buku pemkab Pangandaran setahun hanya 100 judul buku saja, itupun dari APBD. Kadang dari hibah perpustakaan Nasional. Untuk pembeliannya harus koleksi terbitan terbaru,” ucapnya

Jika penduduk Pangandaran 409.840 jiwa, maka setiap orang yang pinjam satu buku di Perpustakaan, harus ngantri sebanyak 14 orang.

“Sedangkan buku yang ada di perpustakaan dari 1 judul buku ada 3 examplar,” ucapnya.

Untuk buku yang tersedia koleksi paling populer pembaca ada dua yakni, novel dan kesustraan. “Untuk buku umum yang tersedia hanyalah buku tentang Perikanan, Motivasi dan Novel,” kata Solehudin.

Ia mengatakan koleksi Perpustakaan Kabupaten Pangandaran kekurangan buku-buku keilmuan, manajemen, wisata dan koleksi anak.(*)