Ragam  

Menelusuri Sejarah Candi Pananjung: Keajaiban Hindu di Pangandaran, Keunikan Situs Batu Kalde

Avatar of Meilani
Menelusuri Sejarah Candi Pananjung: Keajaiban Hindu di Pangandaran, Keunikan Situs Batu Kalde
Situs Batu Kalde./tourism.pangandarankab

PANGANDARAN – Situs Batu Kalde, sebuah peninggalan Hindu yang tersembunyi di Pananjung, Pangandaran, menyimpan rahasia sejarah yang menarik.

Ditemukan berbagai balok batu, baik yang terkubur maupun tersebar di permukaan tanah, ditambah dengan arca Nandi, yoni, lingga, dan struktur candi yang masih terbenam dalam tanah.

Jejak Arsitektur Kuno yang Terungkap
Pengamatan permukaan mengungkapkan struktur bangunan berupa balok batu yang mengalami abrasi akibat air laut, karena seringnya situs terendam air laut saat pasang.

Keberadaan yoni yang pecah, arca Nandi, dan lapik bulatan cembung menjadi pemandangan menarik di antara onggokan batu. Bagian atas lapik tersebut dihiasi dengan simbar sudut, memberikan sentuhan artistik pada situs.

Baca juga:  Syarat dan Ketentuan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Pangandaran Tahun 2022

Candi Pananjung: Sebuah Catatan Perjalanan Pendeta Bujangga Manik
Benda-benda tersebut mengisyaratkan bahwa bangunan ini, kemungkinan disebut Candi Pananjung, memiliki keterkaitan erat dengan agama Hindu.

Menyimak laporan perjalanan pendeta Bujangga Manik pada abad ke-15 Masehi, kita mengetahui bahwa desa Pananjung menjadi singgahan pendeta tersebut. Apakah mungkin Bujangga Manik pernah menyaksikan keajaiban Situs Batu Kalde?

Denah Bangunan yang Tersembunyi
Pengamatan menyatakan bahwa bangunan ini berdenah bujur sangkar dengan ukuran 12 x 12 meter, terdiri atas tiga lapisan batu yang masih bertahan.

Meski demikian, arah hadapnya belum dapat dipastikan, karena tidak ada penampilan di salah satu sisinya, suatu hal yang tidak umum pada candi-candi lainnya.

Baca juga:  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Menerima KunKer Komisi II DPRD Pangandaran

Perbedaan Candi Pananjung dengan Candi Jawa Tengah dan Jawa Timur
Kemungkinan besar, Candi Pananjung memiliki karakteristik yang berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Perbedaan ini terlihat dari ketebalan struktur bangunan, jenis batu yang digunakan, serta kedalaman pondasinya. Jika dulu candi ini memiliki atap, bisa jadi atapnya terbuat dari bahan yang mudah rusak seperti tiang kayu, bambu, dan penutup atap dari ijuk.

Makna Arca Nandi dan Makam Kuno
Menurut penuturan sumber lokal, Arca Nandi, yang sering disebut Batu Kalde atau Sapi Gumarang, memiliki dimensi 1m x 1m x 0,6m dan digunakan sebagai tempat sembahyang umat Hindu pada masa Kerajaan Pananjung (Galuh Tanduran). Selain itu, terdapat lima makam kuno yang diperkirakan sebagai makam para pembesar Pananjung.

Baca juga:  Ameer Azzikra Meninggal, Istri: Terima Kasih Sudah Meminangku Jadi Khadijahmu

Mengakhiri Masa Lalu: Pemahaman Lebih Lanjut tentang Situs Batu Kalde
Sebagai peninggalan bersejarah, Situs Batu Kalde mengundang kita untuk merenung pada masa lalu dan menggali lebih dalam tentang keberadaan Candi Pananjung.

Melalui pengamatan yang cermat, kita dapat menemukan jejak-jejak agama Hindu yang pernah berkembang subur di daerah ini.

Dengan upaya pelestarian yang tepat, warisan ini dapat terus dihargai dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.***