Operasi Militer Israel: 73 Orang Tewas, 1,7 Juta Warga Gaza Mengungsi

Avatar of Meilani
Operasi Militer Israel: 73 Orang Tewas, 1,7 Juta Warga Gaza Mengungsi
Tank Israel beroperasi di Kota Gaza, di tengah operasi darat tentara Israel yang sedang berlangsung melawan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Rabu 22 November 2023./ REUTERS

PANGANDARAN TODAY – Pada 24 November 2023, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan dampak serius dari operasi militer Israel yang tragis, menewaskan setidaknya 73 orang sehari sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Fakta ini mengguncang Gaza, dengan lebih dari 1,7 juta orang, atau hampir 80 persen dari total populasi, menjadi pengungsi.

Eskalasi Kekerasan: Pertempuran Darat dan Korban Anak-Anak
OCHA mencatat peningkatan serangan udara, darat, dan laut Israel selama 24 jam sebelum gencatan senjata, memicu pertempuran darat dengan pejuang Palestina Hamas di utara Wadi Gaza dan Wilayah Tengah. Di kamp Nuseirat, warga Israel meledakkan dua mobil, menyebabkan 11 korban jiwa, terutama anak-anak.

Baca juga:  BEREDAR VIDEO, Tentara KNU dengan Militer Myanmar Baku Tembak

Tragedi Kemanusiaan: Jumlah Korban dan Pengungsi Meningkat
Laporan PBB mencatat perkiraan kantor media pemerintah di Gaza, dengan lebih dari 14.800 orang tewas hingga 23 November 2023, termasuk 6.000 anak-anak dan 4.000 wanita.

Keterbatasan ruang di tempat penampungan di selatan menyebabkan sebagian besar pengungsi laki-laki dan anak laki-laki yang lebih tua tidur di luar ruangan.

Kondisi Buruk di Tempat Penampungan: Penyebaran Penyakit dan Kelaparan
Di Khan Younis, ratusan keluarga pengungsi tinggal di tenda-tenda di luar tempat penampungan UNRWA. Laporan mencatat peningkatan penyakit menular karena kepadatan penduduk dan kondisi sanitasi yang buruk.

Migrasi Paksa: Kelaparan Sebagai Pendorong Utama
Beberapa ribu warga Palestina berusaha pindah dari selatan Wadi Gaza ke utara pada 24 November 2023, meskipun peringatan militer Israel untuk tidak kembali.

Baca juga:  Putin Secara Resmi Mendeklarasikan Perang Terhadap Ukraina Pada 9 Mei

Wawancara dengan seorang pria di titik persimpangan mengungkapkan bahwa kelaparan menjadi alasan utama meninggalkan wilayah utara, karena bantuan makanan tidak tersedia di tempat penampungan selama berminggu-minggu.

Anak-Anak Terpisah dan Bantuan Kemanusiaan
Laporan OCHA mencatat pergerakan anak-anak tanpa pendamping dan keluarga terpisah. Lembaga kemanusiaan memberikan bantuan, termasuk pendaftaran kasus anak-anak tersebut, dalam upaya untuk merespons keadaan yang semakin memburuk.

Dalam tragedi ini, penting bagi kita semua untuk memahami dan mengatasi dampak kemanusiaan yang menghancurkan ini.***