PANGANDARAN – RSUD Pandega Pangandaran kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan edukatif NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026. Dengan mengusung tema “Campak Datang Diam-Diam, Kenali Tandanya!”, kegiatan ini menghadirkan dr. Dyah Rahmawanti, Sp.A, selaku Dokter Spesialis Anak sebagai narasumber utama.
Dalam sesi tersebut, dr. Dyah menekankan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa, melainkan infeksi virus morbillivirus yang sangat menular dan berpotensi memicu komplikasi serius jika diabaikan.
Poin Penting Edukasi Campak
Dalam paparannya, dr. Dyah menyampaikan beberapa fakta krusial mengenai campak yang perlu dipahami oleh orang tua dan masyarakat umum:
1. Gejala Awal yang Menipu
Campak sering kali muncul dengan gejala awal yang mirip dengan flu, sehingga orang tua sering terkecoh. Gejala tersebut meliputi:
– Demam tinggi (mencapai 39-40°C).
– Batuk, pilek, dan mata merah.
– Munculnya titik putih kecil di dalam mulut sebelum ruam merah menyebar ke seluruh tubuh.
2. Penularan yang Sangat Cepat
Virus campak dapat bertahan di udara selama 2 jam dan menular melalui droplet (percikan ludah). “Penderita bahkan sudah bisa menularkan virus 2-4 hari sebelum ruam kulit muncul,” jelas dr. Dyah.
3. Risiko Komplikasi Berat
Meskipun bisa sembuh, campak yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti infeksi telinga, Pneumonia (radang paru), hingga Ensefalitis (peradangan otak) dan gangguan penglihatan.
Langkah Penanganan dan Pencegahan
Karena tidak ada obat khusus untuk membunuh virus campak, langkah terbaik adalah melalui manajemen gejala dan pencegahan:
– Pengobatan Suportif: Pemberian obat penurun panas, istirahat cukup, asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, serta pemberian suplemen Vitamin A sesuai rekomendasi medis.
– Vaksinasi adalah Kunci: dr. Dyah sangat menekankan pentingnya melengkapi status imunisasi anak. Jadwal vaksinasi MR yang dianjurkan adalah:
1. Dosis Pertama: Usia 9 bulan.
2. Dosis Kedua: Usia 18 bulan.
3. Booster: Saat anak kelas 1 SD (Program BIAS).
Kesimpulan
Kegiatan NGOBATAN ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga Pangandaran untuk tidak meremehkan gejala campak dan memastikan anak-anak mendapatkan hak imunisasinya secara lengkap.
Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan anak, dr. Dyah Rahmawanti, Sp.A tersedia untuk layanan pemeriksaan di RSUD Pandega Pangandaran.
“Kenali tandanya, cegah bahayanya, lindungi buah hati kita.” (AGS)






