Berita  

Kapolri Minta Jajaran Evaluasi Terkait Kerapnya Terjadi Fenomena Viral di Masyarakat

Avatar of Meilani
Kapolri Minta Jajaran Evaluasi Terkait Kerapnya Terjadi Fenomena Viral di Masyarakat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Humas Polri

PANGANDARANTODAY- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya melakukan evaluasi guna menghilangkan stigma di masyarakat dengan munculnya fenomena di media sosial (medsos) yang kerap mengangkat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum kepolisian.

Sigit menyoroti sejumlah fenomena di medsos dengan munculnya tanda tagar #PercumaLaporPolisi, kemudian tagar #1Hari1Oknum, dan terbaru #NoViralNoJustice.

“Ini waktunya kita berbenah untuk melakukan hal yang lebih baik. Bagaimana kita melihat perkembangan medsos terkait peristiwa yang diupload. Ini menjadi tugas kita semua,” kata Sigit, dikutip dari ANTARA, Sabtu (18/12).

Terkait tagar #NoViralNoJustice, Sigit menyebutkan masyarakat membuat perbandingan dengan kasus yang dimulai dengan diviralkan dibandingkan dengan kasus yang dimulai dengan laporan dalam kondisi biasa.

Baca juga:  Kakorlantas: Pengamanan Nataru Adalah Momentum Polri, Apresiasi Inovasi Jateng Dalam Penanganan Nataru

Ia menyebutkan, masyarakat melihat bahwa kasus yang diviralkan cenderung selesai dengan cepat. Bahkan memunculkan tagar #ViralForJustice.

“Fenomena ini harus dievaluasi, kenapa terjadi. Kemudian sudah melekat di masyarakat harus viral, kalau tidak viral prosesnya tidak akan berjalan dengan baik,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan jajaran Polri harus menerima semua persepsi yang muncul di masyarakat. Ini bagian dari evaluasi dan kritik untuk Polri.

Dengan adanya kritikan masyarakat, ia menyebut jajaran Polri harus memperbaiki diri, berbenah melakukan hal yang lebih baik lagi, dan memenuhi harapan masyarakat.

Di satu sisi, ungkap Sigit, kehadiran Polri dalam operasi kemanusiaan diapresiasi oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang melayani dan mengayomi masih ada.

Baca juga:  TikToker Galih Loss Minta Maaf Terkait Konten yang Dituduh Menista Agama

“Ini menjadi bagian tugas jajaran untuk mengevaluasi, di sisi mana yang masih kurang terkait perjalanan organisasi Polri, baik secara perilaku individu sehingga kemudian diperbaiki,” kata Sigit. (*)