PANGANDARAN — Situasi darurat seperti bencana alam, kebakaran, hingga insiden medis kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi. Menanggapi hal tersebut, RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan keselamatan guna meminimalkan risiko korban jiwa.
Kesiapsiagaan publik dinilai sangat krusial agar tindakan penyelamatan dapat berlangsung efektif dan terarah saat krisis melanda fasilitas umum maupun pemukiman warga.
8 Langkah Utama Saat Kondisi Darurat
Pihak manajemen rumah sakit menekankan alur penyelamatan terstruktur yang perlu dipatuhi oleh masyarakat:
– Tetap tenang: Tarik napas panjang, fokus mencari informasi resmi, dan hindari panik berlebih.
– Identifikasi keadaan: Kenali ancaman yang terjadi, apakah gempa bumi, kebakaran, cedera, atau potensi ancaman lain.
– Ikuti instruksi: Dengarkan alarm, pengumuman darurat, serta arahan petugas keamanan atau evakuasi di lokasi.
– Utamakan keselamatan diri: Dahulukan keselamatan jiwa dan tinggalkan barang bawaan yang tidak mendesak.
– Evakuasi dengan benar: Susuri jalur evakuasi atau tanda exit, serta hindari penggunaan lift.
– Menuju titik kumpul: Berkumpul di area terbuka (assembly point) yang aman dan jangan menyebar.
– Lapor kondisi sekitar: Periksa keselamatan orang di sekitar dan segera laporkan korban yang memerlukan pertolongan medis.
– Simpan kontak darurat: Hubungi pihak berwenang terkait seperti tim K3, sekuriti, pemadam kebakaran, atau ambulans.
Daftar Kontak Layanan RSUD Pandega Pangandaran
Untuk kebutuhan medis cepat maupun koordinasi situasi kritis, RSUD Pandega Pangandaran membuka sejumlah saluran komunikasi resmi:
IGD (Siaga 24 Jam): (0265) 7503045
Information Center: (0265) 7503044
Laboratorium: 0821-1932-9525
Radiologi: 0877-1995-7088
Farmasi: 0821-1881-6226
Humas (WhatsApp Chat Only): 0821-2005-6071
