RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Publik, Putus Rantai Penularan Tuberkulosis

RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Publik, Putus Rantai Penularan Tuberkulosis

PANGANDARAN – Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada 24 Maret, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menegaskan kembali komitmennya untuk menekan angka kasus melalui penguatan deteksi dini dan layanan pengobatan tuntas.

​Dengan mengusung tema global “Kita Bisa Akhiri TB”, manajemen rumah sakit pelat merah ini mengajak masyarakat untuk tidak lagi menyepelekan gejala-gejala klinis yang kerap muncul namun sering diabaikan. RSUD Pandega menekankan bahwa kunci utama pemberantasan TB bukanlah sekadar obat-obatan, melainkan kecepatan diagnosis dan kedisiplinan pasien dalam menjalani protokol kesehatan.

​Dalam keterangannya, pihak RSUD Pandega menyoroti tiga gejala utama yang harus menjadi alarm bagi masyarakat: batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, keringat berlebih pada malam hari meski tanpa aktivitas fisik, serta penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.

Baca juga:  Hari Kanker Tulang Nasional: Peringatan Penting untuk Tingkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini

“Jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan. TB bisa dicegah dan disembuhkan asalkan ditangani dengan tepat sejak awal,” tulis manajemen RSUD Pandega dalam kampanye digitalnya.

​Masalahnya, di lapangan, stigma negatif terhadap penderita TB masih sering menjadi penghambat. Banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan, padahal penundaan pemeriksaan justru berisiko memperluas rantai penularan di lingkungan keluarga dan tetangga.

​Akses Layanan Spesialis di Pangandaran

​Untuk mendukung percepatan penanganan, RSUD Pandega Pangandaran telah menyiagakan tim dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) yang melayani konsultasi dan pengobatan secara intensif. Berdasarkan jadwal layanan terbaru, terdapat tiga dokter ahli yang siap membantu pasien:

– dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD: Melayani setiap Senin hingga Rabu.
​- dr. Fenandri Fadillah Fedrizal, Sp.PD: Melayani setiap Senin hingga Jumat.
​- dr. Dani Pernata, Sp.PD: Melayani khusus pada hari Sabtu.

Manajemen juga mempermudah akses pendaftaran bagi warga. Layanan pendaftaran dibuka mulai pukul 07.00 WIB setiap harinya, dengan batas waktu hingga pukul 11.00 WIB pada Senin-Kamis, pukul 10.00 WIB pada Jumat, dan pukul 10.30 WIB pada hari Sabtu.

Baca juga:  Tips Cerdas Memilih Makanan Agar Liburan Tetap Sehat dan Menyenangkan Ala RSUD Pandega Pangandaran

​Menuju Indonesia Bebas TB

​Langkah yang diambil RSUD Pandega ini sejalan dengan target nasional untuk mewujudkan Indonesia Bebas TB. Selain pengobatan medis, pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai benteng pertahanan pertama. Lingkungan rumah dengan sirkulasi udara yang baik (ventilasi) serta asupan nutrisi yang cukup menjadi faktor krusial agar bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak mudah berkembang biak.

Bagi warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau dalam kondisi darurat, RSUD Pandega menyediakan layanan Emergency Call di nomor (0265) 7503045 serta pusat informasi dan layanan WhatsApp Humas di 0821-2005-6071.

​Melalui sinergi antara kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, harapan untuk mengakhiri epidemi TB di Pangandaran kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang realistis untuk dicapai. (AGS)

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran Merayakan Hari Jadi ke-2 di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Serangkaian Acara Sesuai Prokes