PANGANDARAN TODAY – Pemerintah Kabupaten Pangandaran memprioritaskan pembukaan kembali akses jalan di Dusun Cikadu, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, yang lumpuh total akibat tertimbun material longsor. Jalur ini merupakan urat nadi penghubung vital antara Kabupaten Pangandaran dengan Kabupaten Tasikmalaya.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami meninjau langsung titik bencana di RT 03 RW 05 pada Selasa (10/2/2026) pagi. Ia menegaskan, percepatan evakuasi material lumpur menjadi keharusan agar isolasi wilayah yang menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik dapat segera teratasi.
”Sesuai komitmen pemerintah daerah, hari ini proses evakuasi material longsor dimaksimalkan. Fokus utama kami adalah memastikan akses perbatasan menuju Tasikmalaya ini kembali fungsional dalam waktu sesingkat mungkin,” ujar Citra di lokasi bencana.
Kerawanan Geografis
Kecamatan Langkaplancar secara geografis memang berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kemiringan yang curam. Kondisi ini membuat wilayah tersebut masuk dalam zona rawan pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat di awal tahun.
Di Dusun Cikadu, material longsor tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga sempat memutus rantai ekonomi warga desa yang bergantung pada akses tersebut untuk menyuplai hasil bumi ke daerah tetangga. Sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi sejak Selasa pagi untuk menyingkirkan gundukan tanah dan batu.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan yang bersiaga. “Kerja keras tim di lapangan sangat krusial agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama,” tambahnya.
Ancaman Cuaca Ekstrem
Kendati proses pembersihan terus berjalan, tantangan terbesar bagi petugas adalah faktor cuaca. Awan mendung yang masih menggelayuti wilayah Langkaplancar menimbulkan kekhawatiran akan adanya longsor susulan. Citra mengimbau petugas dan warga setempat untuk tetap mengedepankan keselamatan.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan karena potensi pergerakan tanah susulan tetap ada jika hujan kembali turun deras. Kami berharap cuaca mendukung agar pekerjaan ini tuntas tepat waktu,” kata Citra.
Hingga Selasa siang, personel di lapangan masih berjibaku dengan lumpur yang licin dan tebal. Jika kondisi cuaca stabil, Pemerintah Kabupaten Pangandaran optimistis jalur Cikadu bisa kembali dilalui kendaraan dalam waktu dekat, sehingga denyut nadi perekonomian masyarakat di perbatasan kembali normal.***






