PANGANDARAN – Di tengah tren positif indikator makro, Pemerintah Kabupaten Pangandaran (Pemkab Pangandaran) masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, belum lama ini menyebut capaian pembangunan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) misalnya, mengalami peningkatan signifikan dari 64,73 pada 2013 menjadi 71,66 pada 2025, sekaligus masuk kategori tinggi.
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan juga menunjukkan tren positif dengan capaian 5,64 persen pada 2025, meningkat dari 4,95 persen pada 2013 meskipun sempat tertekan pada masa pandemi 2020.
Namun demikian, angka kemiskinan masih menjadi perhatian. Pada 2025, persentasenya berada di angka 8,03 persen, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Capaian ini patut disyukuri, namun tidak boleh membuat kita berpuas diri. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujar Citra.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 1,91 persen pada 2025, yang menempatkan Pangandaran sebagai salah satu daerah dengan angka pengangguran terendah di Jawa Barat.
Ke depan, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan dampaknya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Upaya tersebut dinilai penting agar peningkatan indikator makro tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***






