Kapolres Pangandaran Beri Hadiah Coklat dan Al Qur’an ke Pengendara

Kapolres Pangandaran Beri Hadiah Coklat dan Al Qur'an ke Pengendara
Oplus_16908288

PANGANDARAN – Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari memberikan hadiah coklat dan Al Qur’an kepada pengendara saat menggelar rajia kendaraan bermotor, Selasa sore, 24 Februari 2026.

Momen jelang Maghrib yang biasanya diwarnai kepadatan kendaraan dimanfaatkan aparat untuk edukasi humanis. Satu per satu pengendara dihentikan. Helm diperiksa, spion dicek, kelengkapan surat kendaraan ditanyakan. Namun yang lengkap dan patuh aturan justru mendapat hadiah.

Beberapa pengendara tampak sumringah saat menerima coklat dari petugas. Bahkan ada yang mendapat bingkisan Al-Qur’an karena dinilai disiplin dan mematuhi aturan keselamatan berkendara.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas selama Ramadan, khususnya saat waktu ngabuburit yang rawan kepadatan.

Baca juga:  HUT ke 73, Kapolres Pangandaran Beri Semangat Kepada Anggota Polairud

“Kami ingin menunjukkan bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya soal penindakan. Ini tentang kesadaran dan keselamatan. Di bulan Ramadan, kami kemas dengan pendekatan yang lebih humanis, ada coklat dan juga Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi,” ujar AKBP Ikrar Potawari, Selasa sore, 24 Februari 2026.

Menurutnya, Bundaran Marlin menjadi titik strategis karena selalu dipadati kendaraan menjelang berbuka. Banyak warga ngabuburit, berburu takjil, hingga sekadar berkeliling menikmati suasana sore.

“Momentum jelang Maghrib arus kendaraan meningkat. Kami ingin memastikan semuanya tetap aman dan tidak terjadi pelanggaran yang bisa berujung kecelakaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, menegaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas selama Ramadan.

Baca juga:  Bupati Citra Launching Penanaman 143 Ribu Bibit Jagung di Sekolah Secara Serentak

“Kami mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif. Pengendara yang lengkap kami beri apresiasi. Yang belum lengkap kami tegur secara humanis dan kami ingatkan agar segera melengkapi perlengkapan keselamatan,” kata AKP Yudi Risnandar.

Ia menyebut, waktu ngabuburit menjadi salah satu jam rawan pelanggaran, terutama bagi pengendara muda yang kerap memacu kendaraan dengan tergesa-gesa menjelang berbuka.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru. Jangan karena mengejar waktu berbuka lalu mengabaikan keselamatan. Helm, spion, surat-surat kendaraan, itu hal dasar yang wajib dipenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, pembagian Al-Qur’an juga menjadi simbol bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, termasuk dalam hal disiplin berlalu lintas.

“Kami ingin pesan moralnya sampai. Tertib di jalan adalah bagian dari ibadah juga, karena kita menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Baca juga:  Sebanyak 65 Taruna PKP Pangandaran Ikut Seleksi Calon Atlet Stand-Up Paddle

Salah seorang pengendara, Rian (23), mengaku terkejut saat diberhentikan polisi. Namun rasa cemasnya berubah menjadi senyum saat menerima coklat karena dinilai lengkap.

“Biasanya kalau diberhentikan deg-degan. Ini malah dikasih coklat. Jadi makin semangat buat tetap tertib,” ujarnya.

Menjelang adzan Maghrib berkumandang, arus lalu lintas di Bundaran Marlin tetap terkendali. Warga melanjutkan perjalanan dengan wajah lega. Ngabuburit kali ini bukan hanya soal menunggu bedug berbunyi, tetapi juga tentang pesan keselamatan yang dibagikan dengan cara berbeda, manis, sejuk, dan penuh makna Ramadan.***