Kurma atau Kolak Pisang, Mana Lebih Sehat untuk Berbuka Puasa? Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran

Kurma atau Kolak Pisang, Mana Lebih Sehat untuk Berbuka Puasa? Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran
Ilustrasi, kurma dan kolak pisang menu untuk buka puasa.

PANGANDARAN – Memasuki waktu berbuka puasa, sajian manis selalu menjadi buruan utama masyarakat Indonesia. Dua menu yang hampir tidak pernah absen di meja makan adalah kurma dan kolak pisang.

​Namun, di antara keduanya, mana yang sebenarnya lebih sehat dan tepat untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa?

​RSUD Pandega Pangandaran melalui edukasi kesehatan terbarunya membedah kandungan nutrisi serta dampak kedua takjil populer ini bagi metabolisme tubuh manusia.

Kurma: Si Manis Penambah Energi Instan

Kurma telah lama dikenal sebagai makanan ideal untuk membatalkan puasa. Secara medis, buah ini merupakan sumber energi yang sangat efisien karena mengandung Gula Alami (Glukosa dan Fruktosa) yang cepat diserap oleh lambung. Hal ini membuat energi tubuh kembali dalam sekejap.

Baca juga:  Inilah Asuransi Yang Telah Bekerjasama Dengan Rsud Pandega Pangandaran

​Selain itu, kurma kaya akan Zat Besi yang membantu mencegah anemia dan pusing saat puasa, serta Kalium yang berperan vital mengembalikan cairan elektrolit tubuh yang hilang. Kandungan Serat Tinggi di dalamnya juga membantu perut merasa nyaman dan kenyang lebih lama.

Kolak Pisang: Paduan Karbohidrat dan Lemak

Berbeda dengan kurma, kolak pisang menawarkan profil nutrisi yang lebih kompleks. Penggunaan Pisang Kepok memberikan sumber karbohidrat kompleks untuk energi jangka panjang serta mengandung antioksidan.

Gurihnya kolak berasal dari Santan yang merupakan lemak sehat penambah kalori, sementara Gula Aren berfungsi sebagai suplai glukosa cepat. Meski lezat, RSUD Pandega memberikan peringatan bahwa kuah santan dan gula aren bisa membuat asupan kalori melonjak jika porsinya berlebihan.

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran Ditunjuk Kemenkes Layani KJSU KIA

Perbandingan Estimasi Kalori

Jika melihat dari sisi angka, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua menu ini:

– Porsi Kurma: Dalam 3 butir kurma (sekitar 24 gram), terkandung estimasi 66 Kalori, 16 gram gula, dan 0 gram lemak.
– ​Porsi Kolak: Dalam satu mangkuk kecil kolak pisang (sekitar 100 gram), kalori yang dihasilkan mencapai 160 hingga 200 Kalori, dengan kandungan 20 gram gula dan 8 gram lemak.

Tingginya kalori pada kolak sangat bergantung pada seberapa banyak takaran santan dan gula aren yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?

​Mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa memang diperbolehkan untuk memulihkan kadar gula darah. Namun, kunci utamanya adalah menjaga metabolisme tubuh agar tetap prima dengan cara mengontrol porsi.

Baca juga:  Hari Kanker Tulang Nasional: Peringatan Penting untuk Tingkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini

Kurma lebih disarankan sebagai makanan pembuka utama karena sifatnya yang bebas lemak dan kaya serat. Sementara itu, kolak pisang tetap boleh dinikmati sebagai selingan, namun harus dengan porsi yang dibatasi agar tidak memicu lonjakan kalori yang tidak perlu.

​”Makan manis saat berbuka boleh saja, tapi porsinya dijaga ya agar metabolisme tubuh tetap prima,” tulis tim edukasi RSUD Pandega Pangandaran.

Layanan Informasi RSUD Pandega Pangandaran:

Masyarakat dapat menghubungi Information Center di (0265) 7503044 atau melalui WhatsApp Humas (Chat Only) di 0821-2005-6071 untuk informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan.***