PANGANDARAN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anggotanya, Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata menyerahkan santunan kematian kepada keluarga nelayan yang meninggal dunia di Pangandaran.
Santunan diserahkan kepada pihak keluarga almarhum di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2026.
Jeje mengatakan, bahwa program santunan ini merupakan wujud nyata dari komitmen KUD Minarsari untuk selalu hadir meringankan beban para anggotanya, terutama saat menghadapi masa sulit.
”Program santunan ini diberikan bagi nelayan atau janggol yang meninggal dunia, baik saat melaut maupun di darat,” ujar Jeje.
Jeje menjelaskan, berdasarkan ketentuan rapat anggota tahunan, besaran santunan yang diberikan bervariasi, seperti untuk
pemilik kapal sebesar Rp10.000.000, istri nelayan Rp5.000.000 anak nelayan Rp2.500.000, dan janggol (pekerja nelayan) sebesar Rp5.000.000.
Selain santunan kematian, lanjut Jeje, KUD Minarsari juga memberikan bantuan sosial lainnya bagi para anggota nelayan, di antaranya,
santunan lendidikan sebesar Rp5.000.000 bagi anak nelayan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, santunan hajatan Rp3.000.000 bagi anggota yang menyelenggarakan hajatan.
“Dan bantuan musibah yang meliputi bantuan perbaikan mesin atau perahu yang rusak akibat kecelakaan saat melaut,” ujarnya.
Sementara untuk paket Lebaran dan dana paceklik kata Jeje diberikan berupa parsel, uang tunai, hingga bantuan beras saat musim paceklik tiba.
Jeje menambahkan, bahwa dana santunan ini bersumber dari iuran anggota sebesar 7% dari setiap transaksi penjualan ikan di KUD. Dengan total transaksi mencapai Rp20 miliar pada tahun lalu, dana yang terkumpul untuk santunan kematian mencapai sekitar Rp100 juta per tahun.
“Melalui berbagai program ini, KUD Minarsari berharap dapat terus meningkatkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat nelayan di Pangandaran,” ujarnya.***






