RSUD Pandega Pangandaran Mendapat Dukungan Program Eliminasi Malaria dari Kemenkes

Avatar of Meilani
RSUD Pandega Pangandaran Mendapat Dukungan Program Eliminasi Malaria dari Kemenkes
Direktur RSUD Pandega Pangandaran dr. Hj. Titi Sutiamah M.M sedang menyampaikan penjelasan./Instagram @rsud_pangandaran

PANGANDARANTODAY- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan penilaian eliminasi malaria. Penilaian dilakukan pada hari Rabu, 20 April 2022 kemarin.

Upaya RSUD pandega pangandaran dalam mendukung program pemerintah terkait eliminasi malaria. Sebagaimana yang dilansir dari akun resmi Instagram @rsud_pangandaran.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran dr. Hj. Titi Sutiamah M.M berharap, dengan adanya kegiatan eliminasi malaria ini, RSUD pandega pangandaran dapat melakukan penanganan terhadap kasus penyakit malaria yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Diperlukan keterlibatan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit serta masyarakat dapat ikut terlibat menciptakan Kabupaten Pangandaran bebas malaria.

Seperti disampaikan dalam laman kemenkes.go.id, tentang Kejar Target Bebas Malaria 2030, Kemenkes Tetapkan 5 Regional Target Eliminasi

Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas malaria di tahun 2030. Sebanyak 5 regional telah ditetapkan sebagai target eliminasi untuk mencapai bebas malaria.

Malaria adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah Indonesia, terutama pada kawasan timur Indonesia. Jumlah kasus malaria di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 304.607 kasus, jumlah ini menurun jika dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2009, yaitu sebesar 418.439.

Baca juga:  Ini Alasan Ketua KPK Firli Bahuri Menutupi Wajah saat Diperiksa di Bareskrim Polri

Sehingga, berdasarkan jumlah kasus tersebut diketahui angka kasus kesakitan malaria, yang dinyatakan dengan indikator Annual Paracite Incidence (API) sebesar 1,1 kasus per 1000 penduduk.

Pencapaian Indonesia Bebas Malaria 2030 didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat provinsi dan sebelum itu seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas malaria.

Sampai dengan tahun 2021, sebanyak 347 dari 514 kabupaten/kota atau 68% sudah dinyatakan mencapai eliminasi. Dalam rangka mencapai target Indonesia Bebas Malaria tahun 2030, maka dibuat regionalisasi target eliminasi.

Terdapat 5 regional yaitu regional pertama terdiri dari provinsi di Jawa dan Bali; regional kedua terdiri dari provinsi di Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat; regional ketiga terdiri dari provinsi di Kalimantan dan Maluku Utara, regional keempat terdiri dari provinsi Maluku dan Nusa Tenggara Timur; dan regional kelima terdiri dari Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca juga:  Balasan dari KPK Soal Surat Supervisi Kasus SYL Sudah Diterima Polda Metro

Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes, dr. Tiffany Tiara Pakasi mengatakan untuk mencapai target ini, perlu dilakukan intensifikasi pelaksanaan penanggulangan malaria secara terpadu dan menyeluruh.

“Keberhasilan Indonesia Bebas Malaria tahun 2030 ditentukan oleh keberhasilan deteksi dini kasus malaria di masyarakat, terutama kasus pada penduduk migran. Deteksi kasus penduduk migran adalah terkait dengan kewenangan sektor di luar kesehatan,” katanya di Jakarta, Jumat (22/4/2022).

Selain itu, keberhasilan itu juga ditentukan oleh pengendalian faktor lingkungan. Hal ini disebabkan adanya tempat perkembangbiakan nyamuk seperti tambak terbengkalai, persawahan, perkebunan dengan genangan air, rawa, lagun, dan lingkungan dengan genangan air lainnya.

Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan sektor swasta, seperti perusahaan pertambangan, perusanaan perkebunan, dan perusahaan-perusahaan lain yang memberikan dukungan sumber daya sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca juga:  Jenderal Agus Subiyanto Dilantik Presiden jadi Panglima TNI

*Hari Malaria Sedunia*

Hari Malaria Sedunia (HMS) diperingati setiap tahun pada tanggal 25 April. Pada tahun 2022 ini, Acara Puncak Peringatan HMS akan diadakan di Lombok Tengah, Provinsi NTB pada tanggal 31 Mei.

Acara akan dilakukan secara kombinasi luring (off-line) dan daring (on-line). Peringatan HMS ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan, serta untuk memobilisasi dukungan dan peran aktif seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.

Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022 ini mengangkat Tema global HMS adalah : HARNESS INNOVATION TO REDUCE THE MALARIA DISEASE BURDEN AND SAVE LIVES. Sementara tema nasional adalah : Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria

Tema HMS ini memuat pesan kepada seluruh komponen bangsa untuk tetap memberikan komitmen kuat guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria tahun 2030.***