RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Gejala dan Pencegahan Super Flu di NGOBATAN

RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Gejala dan Pencegahan Super Flu di NGOBATAN
Gejala dan Pencegahan Super Flu./ Instagram @rsud_pangandaran

PANGANDARAN TODAY – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan fenomena kesehatan yang disebut sebagai “Super Flu”. Meski sering kali dianggap sebagai flu biasa, varian ini diketahui memiliki karakteristik penularan yang lebih agresif dibandingkan flu musiman pada umumnya.

​Dalam program “Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan” (NGOBATAN) edisi 22 Januari, Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Himawan Widyatmiko, menjelaskan bahwa Super Flu merupakan infeksi influenza dengan gejala yang jauh lebih berat daripada flu biasa.

​Apa Itu Super Flu?
​Secara medis, Super Flu merupakan varian Influenza A (H3N2) Subclade K. Penamaan “Super” merujuk pada beberapa faktor klinis dan epidemiologis, di antaranya:

Baca juga:  Direktur RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Peduli Anak di Hari Kanker Anak Sedunia 2025

– ​Kecepatan Penularan: Varian ini menular lebih cepat, terutama pada musim-musim tertentu.
​Intensitas Gejala: Dominasi varian H3N2 subclade K membuat tren kasus musiman terasa lebih intens di berbagai wilayah.

– ​Kenaikan Kasus Global: Terjadi peningkatan jumlah kasus di banyak negara secara bersamaan.

​Mitos dan Fakta
​Menanggapi kekhawatiran masyarakat, dr. Himawan menekankan pentingnya membedakan antara informasi medis dan rumor. Salah satu mitos yang berkembang adalah anggapan bahwa Super Flu lebih mematikan
daripada Covid-19.

​”Data ilmiah menunjukkan bahwa tingkat keparahan Super Flu tidak lebih tinggi dibandingkan Covid-19,” ungkap materi yang dipaparkan dalam sesi tersebut. Kendati demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah lonjakan kasus.

Baca juga:  Ketahui Bahaya Diabetes Melitus, Ini Penjelasam Ahli Gizi RSUD Pandega Pangandaran

​Cara Penularan dan Pencegahan
​Penularan virus ini terjadi melalui percikan air (droplet) dari mulut atau hidung saat penderita bersin, batuk, atau berbicara. Selain itu, virus dapat berpindah melalui permukaan benda yang telah terkontaminasi droplet.

Untuk memutus rantai penularan, dr. Himawan membagikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat:

​- Penggunaan Masker: Terutama saat sedang sakit atau berada di tengah keramaian.
​- Kebersihan Tangan: Rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
​- Etika Batuk: Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
​- Pola Hidup Sehat: Istirahat cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.
​- Vaksinasi: Melakukan vaksinasi influenza tahunan, sangat disarankan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid).

Baca juga:  Mengupas Kegiatan SOPAN Bersama KOHATI HMI Pangandaran, RSUD Pandega Libatkan Kades Kesehatan

Melalui edukasi ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mandiri guna menghadapi ancaman varian virus baru.***