Mengatasi Gangguan Penglihatan pada Anak: Peran Penting Kacamata dan Gaya Hidup Sehat

Avatar of Meilani
Mengatasi Gangguan Penglihatan pada Anak: Peran Penting Kacamata dan Gaya Hidup Sehat
Ilustrasi, dokter mata anak./orami magazine

PANGANDARAN TODAY – Gangguan penglihatan tidak hanya menjadi tantangan bagi orang dewasa, tetapi juga dapat memengaruhi anak-anak. Dalam upaya mengatasi masalah ini, peran dokter mata dan perawatan yang tepat menjadi kunci penting.

Pentingnya Peran Dokter Mata
Ketika anak mengalami gangguan penglihatan, konsultasikan dengan dokter mata adalah langkah pertama yang perlu diambil. Ditulis Orami Magazine, Dokter mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai sejauh mana masalah penglihatan tersebut.

Solusi dengan Penggunaan Kacamata
Salah satu solusi yang sering direkomendasikan oleh dokter mata adalah penggunaan kacamata. Kacamata tidak hanya membantu memperbaiki penglihatan anak, tetapi juga dapat mencegah perkembangan masalah lebih lanjut.

Kategori Ringan: Apakah Perawatan Diperlukan?
Dalam beberapa kasus, gangguan penglihatan pada anak mungkin masih dalam kategori ringan. Meskipun begitu, penanganan yang tepat tetap diperlukan untuk mencegah kemungkinan memburuknya kondisi mata.

Kacamata Sebagai Solusi Ringan
Jika gangguan penglihatan masih cukup ringan, dokter mata mungkin akan merekomendasikan penggunaan kacamata sebagai solusi awal. Meskipun tidak memerlukan perawatan intensif, kacamata dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata anak.

Peran Orang Tua dalam Gaya Hidup Anak
Penting untuk diingat bahwa gangguan mata pada anak seringkali berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Orang tua memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mata anak.

Gaya Hidup Sehat untuk Penglihatan Optimal
Mengurangi Waktu Layar dan Gadget
Terlalu sering menatap layar dan menggunakan gadget dapat menjadi penyebab utama gangguan penglihatan pada anak. Mengajarkan kebiasaan mengurangi waktu screen time dapat membantu mencegah risiko tersebut.

Aktivitas Luar Ruangan
Mendorong anak untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruangan juga dapat mendukung kesehatan mata. Paparan sinar matahari secara sehat dapat memberikan manfaat positif bagi penglihatan mereka.

Pola Makan yang Seimbang
Asupan nutrisi yang tepat melalui pola makan yang seimbang juga dapat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mata mereka.

Sebagai orang tua, Moms dan Dads perlu waspada dengan gangguan penglihatan pada anak.

Berikut ini beberapa jenis masalah mata pada anak yang sebaiknya dipahami.

Baca juga:  3 Tempat Wisata Anak di Bandung Paling Populer

1. Myopia (Mata Minus)
Melansir laman Healthy Children, myopia atau mata minus adalah masalah penglihatan umum yang sering muncul pada anak-anak antara usia 6 hingga 14 tahun.

Myopia terjadi ketika mata anak memiliki bentuk yang agak panjang dari depan ke belakang atau jika kornea (bagian bening di depan mata) terlalu curam.

Ketika cahaya memasuki mata anak, sinarnya tidak jatuh tepat pada retina, yang merupakan lapisan sensitif cahaya di dalam mata.

Hal ini menyebabkan benda-benda yang jauh terlihat buram, sementara yang dekat terlihat jelas.

Penyebab mata minus pada anak:

– Faktor keturunan atau genetika
– Terlalu lama menatap layar gadget
– Kebiasaan membaca dalam cahaya redup dan jarak dekat
– Kurangnya aktivitas di luar ruangan

2. Hyperopia (Mata Plus)

Gangguan penglihatan pada anak selanjutnya yang bisa terjadi yakni hyperopia atau mata plus.

Hyperopia terjadi ketika mata anak memiliki bentuk yang agak pendek dari depan ke belakang atau jika kornea (bagian bening di depan mata) tidak cukup melengkung.

Sebagai hasilnya, ketika cahaya memasuki mata anak, sinarnya jatuh di belakang retina, sehingga benda-benda yang dekat terlihat kurang jelas.

Hal ini berdampak signifikan pada kemampuan belajar, membaca, dan kinerja sekolah anak.

Penyebab mata plus pada anak-anak, di antaranya:

– Faktor genetik
– Kelainan bentuk mata
– Ketidakseimbangan refraksi
– Trauma atau cedera mata

3. Strabismus (Mata Juling)
Strabismus atau yang lebih dikenal dengan mata juling adalah kondisi mata di mana kedua mata tidak sejajar atau tidak fokus pada titik yang sama.

Gangguan penglihatan pada anak ini terjadi ketika otot-otot yang mengendalikan pergerakan mata tidak bekerja dengan baik atau seimbang.

Hal ini dapat menyebabkan satu mata melihat ke arah yang berbeda dibandingkan dengan mata yang lain.

Penyebab strabismus pada anak-anak:

– Faktor genetik (riwayat keluarga dengan strabismus)
– Gangguan pada saraf atau otot mata
– Gangguan pada perkembangan mata

4. Ambliopia (Mata Malas)

Ambliopia yang juga dikenal sebagai “mata malas” adalah kondisi mata yang sering terjadi pada anak-anak.

Hal ini terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang secara normal dan penglihatannya menjadi lebih buruk daripada mata yang lain.

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi dan Birokrasi yang Bersih

Sayangnya, gejala amblyopia biasanya sangat sulit dikenali oleh anak karena otak mereka telah beradaptasi dengan penglihatan yang buruk.

Melansir laman Children Hospital, ambliopia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

– Perbedaan fokus antara dua mata, seperti astigmatisme, hiperopia (mata plus), atau miopia (mata minus)
– Ketidakseimbangan otot mata yang mengendalikan gerakan mata
– Katarak atau masalah struktural pada mata
– Kondisi strabismus (mata juling), di mana mata tidak selaras dengan baik dan satu mata melihat ke arah yang berbeda

Perlu diketahui juga bahwa ambliopia cenderung berjalan dalam keluarga.

Jadi, risiko seorang anak mengembangkan kondisi ini lebih tinggi jika salah satu orang tua atau saudara kandungnya memiliki ambliopia.

Mengatasi gangguan penglihatan pada anak memerlukan pendekatan yang berbeda tergantung pada jenis masalah mata yang dialami anak.

Berikut ini beberapa cara umum untuk mengatasi gangguan penglihatan mata pada anak:

1. Konsultasi dengan Dokter Mata
Langkah pertama yang sangat penting adalah berkonsultasi dengan dokter mata atau optometris terkemuka.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif untuk menilai dan mendiagnosis masalah penglihatan anak Moms dengan tepat

2. Penggunaan Kacamata atau Lensa Kontak
Jika anak Moms didiagnosis dengan miopia (mata minus) atau hiperopia (mata plus), dokter mata mungkin akan menyarankan penggunaan kacamata atau lensa kontak sesuai dengan resep yang diperlukan.

3. Terapi Penglihatan
Terapis penglihatan atau terapis okupasi juga dapat membantu anak Moms untuk memperbaiki gangguan penglihatan penglihatan mereka.

Terapi ini melibatkan latihan dan teknik khusus untuk memperkuat otot mata dan meningkatkan kemampuan fokus.

4. Operasi Mata
Dalam beberapa kasus, seperti strabismus yang tidak dapat diatasi dengan terapi, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengoreksi posisi mata yang tidak seimbang.

Tenang saja, Moms, hal ini biasanya dilakukan oleh ahli bedah mata yang berpengalaman.

Tips Mencegah Gangguan Penglihatan

Tentunya, tidak ada orang tua yang ingin buah hati mereka mengalami masalah mata.

Untuk itu, mari terapkan beberapa tips berikut guna mencegah gangguan penglihatan pada anak.

1. Rutin Periksa Mata
Memeriksakan kesehatan mata seharusnya menjadi hal yang memang dijadwalkan secara berkala.

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran Buka Layanan IGD 24 Jam Selama Libur Lebaran 2024

Akan lebih baik jika pemeriksaan tidak harus menunggu anak mengeluh soal penglihatannya.

Dengan rutin memeriksakan mata anak, maka gangguan apapun bisa terdeteksi dengan mudah, Moms.

2. Melatih Penglihatan Anak
Aktivitas yang menuntut penglihatan anak melihat dari jarak dekat dan jarak jauh juga bisa melatih penglihatan mereka.

Anak-anak yang masih kecil masih berada dalam fase mengenali stimulus yang ada di sekitar mereka.

Sebisa mungkin, ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan dan melihat objek jarak jauh.

Selain itu, melibatkan anak dalam aktivitas yang memerlukan penglihatan jarak dekat seperti menggambar atau menulis juga bisa jadi pilihan.

3. Konsumsi Sayur dan Buah-buahan
Tidak ada salahnya membiasakan anak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna hijau atau kekuningan.

Jenis sayur dan buah seperti citrus, berry, sayuran hijau, hingga wortel pasti bermanfaat bagi kesehatan mata anak, lho.

Studi yang diterbitkan di jurnal Social Science Research Network bahkan menemukan bahwa konsumsi wortel secara teratur dan sehat akan selalu bermanfaat untuk meningkatkan penglihatan mata dan mengurangi cacat penglihatan secara permanen.

4. Batasi Penggunaan Gadget
Memang frekuensi screen time tidak selalu menjadi faktor utama penyebab gangguan penglihatan pada anak.

Namun tidak ada salahnya membatasi screen time Si Kecil, agar mata mereka tidak lelah karena melihat visual bergerak dan terpapar sinar dari layar.

Ketika dokter mata mendiagnosis anak mengalami masalah mata, berikan motivasi untuk memakai kacamata.

Cara sederhana seperti mengajak mereka memilih sendiri frame kacamata juga bisa jadi langkah efektif.

Selain itu, tugas orangt ua adalah meyakinkan anak bahwa memakai kacamata sangatlah bermanfaat bagi mereka.

Berikan contoh dengan detil apa keuntungan yang bisa mereka rasakan dengan memakai kacamata.

Misalnya, mereka bisa bermain sepeda dengan lebih lincah ketika sudah memakai kacamata.

Tak ketinggalan, jangan ajak anak memeriksakan kesehatan mata ke dokter ketika mood mereka kurang baik.

Jadikan momen bertemu dokter mata menjadi hal yang menyenangkan baginya, bukannya tuntutan yang menjemukan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai gangguan penglihatan pada anak yang perlu Anda ketahui. Lebih baik mencegah daripada mengobati.***(Meilani)