Mengulik Kisah Nuaiman Sahabat Nabi yang Lucu dan Usil

Avatar of Meilani
Mengulik Kisah Nuaiman Sahabat Nabi yang Lucu dan Usil
Mengulik Kisah Nuaiman Sahabat Nabi yang Lucu dan Usil./orami

PANGANDARANTODAY – Di antara para sahabat nabi, ada salah satu yang selalu bisa membuat Rasulullah tertawa. Inilah kisah Nuaiman sahabat nabi.

Sosok sahabat nabi inilah yang satu-satunya berhasil membuat Rasulullah melebarkan tawanya hingga gigi gerahamnya terlihat jelas.

Padahal, seperti yang diketahui, Rasulullah lebih sering hanya memperlihatkan senyuman pada orang-orang di sekitarnya.

Penasaran seperti apa selera humor Nuaiman?

Yuk, simak kisah Nuaiman sahabat nabi berikut ini!

Kisah Nuaiman sahabat nabi menjadi salah satu cerita yang paling menarik.

Bagaimana tidak, hanya dirinya yang selalu berhasil membuat Nabi Muhammad tertawa lebar di antara sahabat nabi lainnya.

Sahabat unik yang satu ini bernama Nuaiman bin Ibnu Amr bin Raf’ah.

Nuaiman berasal dari kalangan Anshar.

Ia juga menjadi bagian kalangan Ashabul Badr karena turut berjihad dalam perang Badar bersama Rasulullah.

Kisah Nuaiman sahabat nabi ini diceritakan sebagai sosok yang jahil.

Hampir semua sahabat nabi tak lepas dari sasaran keusilannya.

Maka tak heran jika orang-orang di sekitarnya pasti tersenyum hingga tertawa bahagia saat bersamanya.

Bahkan termasuk Rasulullah sendiri, sudah pasti akan ikut tertawa hingga memperlihatkan gigi geraham pertanda bahagianya.

Diceritakan dari Ibnu Majah, suatu hari Nuaiman diajak berdagang oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Mereka bertolak ke negeri Syam bersama sahabat lainnya, termasuk Suwaibith bin Harmalah.

Menjelang siang, Nuaiman merasa sangat lapar.

Ia menghampiri Wusaibith yang saat itu ditugaskan menjaga makanan.

Baca juga:  Ini Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Oktober 2023

Nuaiman hendak meminta sepotong roti untuk memenuhi perutnya yang kosong.

Namun, Suwaibith tetap menjaga amanahnya dan menolak keinginan Nuaiman.

Kisah Nuaiman sahabat nabi yang jenaka pun mulai berulah.

“Kalau begitu, artinya kamu setuju saya berbuat ulah,” ucap Nuaiman.

Nuaiman bergegas berjalan ke pasar dan mencari wilayah yang menjual hamba sahaya.

Pada zaman nabi, hamba sahaya banyak dijual untuk dijadikan pekerja.

Nuaiman pun berkata pada orang-orang di sana bahwa ia memiliki hamba sahaya yang dijual murah.

Agar lebih meyakinkan, Nuaiman menyebut bahwa hamba sahaya yang dimilikinya hanya memiliki satu kekurangan.

Kekurangan itu adalah berteriak bahwa dirinya orang merdeka, bukan hamba sahaya.

Penawaran menarik ini membuat orang-orang di sana berminat membeli hamba sahaya seperti yang diceritakan sang sahabat nabi.

Seraya menghadap Suwaibith, Nuaiman berkata, “Itu ada orang yang berdiri sedang menjaga makanan, itu hamba sahaya saya.”

Tanpa menunggu lama, mereka membayarkan sejumlah uang dan bergegas menangkap Suwaibith.

Siapa yang tak terkejut saat tiba-tiba dihampiri banyak orang, terlebih saat mereka menyebut bahwa dirinya adalah hamba sahaya.

“Saya bukan hamba sahaya, saya orang merdeka,” ucap Suwaibith persis seperti yang dikatakan Nuaiman.

Orang-orang di sana merasa sudah tahu kekurangan Suwaibith tersebut dan menganggapnya berbohong.

Selang beberapa waktu, Abu Bakar Ash-Shiddiq kembali dan mencari-cari Suwaibith.

Dengan santai, Nuaiman melaporkan bahwa sahabat nabi penjaga makanan tersebut sudah ia jual.

Abu Bakar terkejut sekaligus heran dengan pengakuan Nuaiman.

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran: 4 Tips Sahur Agar Puasa Tidak Lemas

Abu Bakar pun menghampiri orang-orang Syam dan kembali menebus Suwaibith agar kembali padanya.

Kejadian lucu ini akhirnya sampai ke telinga Rasulullah.

Rasulullah seketika tertawa hingga menunjukkan gigi gerahamnya.

Bahkan, menurut beberapa perawi hadis, Rasulullah masih saja menceritakan tingkah Nuaiman tersebut pada para tamunya hingga setahun sejak kejadian.

Kisah Nuaiman sahabat nabi yang mengundang gelak tawa masih berlanjut.

Dikisahkan pada satu hari Nuaiman melihat penjual madu yang kepanasan setelah berkeliling berdagang.

Sayangnya, tidak ada satupun madu yang berhasil terjual.

Nuaiman pun menghampiri sang penjual madu dan mengajaknya ke rumah Rasulullah SAW.

Diam-diam, ia berniat ingin memberikan hadiah kepada Rasulullah berupa madu.

Ia hendak meninggalkan sang penjual madu dan menitipkan beberapa pesan.

“Aku akan pergi karena masih ada urusan.

Sebentar lagi penghuni rumah itu akan keluar dan membayar kepadamu harga madu itu,” tuturnya.

Sang penjual madu tentu merasa sangat bahagia karena akhirnya ada orang yang mau membeli dagangannya.

Dengan semangat, ia menunggu kedatangan orang yang dikatakan oleh Nuaiman.

Namun, selang beberapa lama, orang yang dimaksud tak kunjung menampakkan dirinya.

Ia pun mengetuk rumah Rasulullah dan memberikan madu tersebut untuk beliau.

Rasulullah terkejut dan menganggap sang penjual sedang memberikan hadiah madu untuknya.

Rasulullah pun membagikan madu-madu itu kepada para sahabatnya yang lain.

Melihat sikap Rasulullah ini, sang penjual menjadi bingung.

Mengapa madu tersebut langsung dibagikan begitu saja, padahal belum dibayar.

Baca juga:  Cara Ini Dapat Mengetahui Kepribadian Kamu Berdasarkan Panjang Jari Tangan, Lho!

“Wahai Rasul, bayarlah madu itu!” pinta sang penjual madu.

Rasulullah pun balik terkejut.

Namun, ia juga memahami bahwa ini pasti ada kaitannya dengan Nuaiman.

Kisah Nuaiman sahabat nabi ini sukses membuat Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ini pasti perbuatan Nuaiman,” kata Rasulullah yakin.

Rasulullah memanggil Nuaiman dan menanyakan maksud dari perilakunya tadi.

Alih-alih merasa bersalah, jawaban Nuaiman lagi-lagi membuat Rasulullah tersenyum.

“Aku ingin berbuat baik kepadamu, Ya Rasul. Tapi aku tidak punya apa-apa,” ujar Nuaiman.

Dari kisah Nuaiman sahabat nabi ini, dapat diambil hikmah bahwa Nuaiman memiliki hati yang baik.

Tidak semua hal harus dihadapi dengan kaku atau formal.

Ada kalanya Rasulullah mengalami momen-momen bahagia bersama para sahabatnya dan tertawa bersama.

Kisah Nuaiman sahabat nabi ini juga memberikan pelajaran bahwa Rasulullah memaklumi sifat jahil Nuaiman.

Yang terpenting, sikap dan perilakunya itu tidak melanggar ajaran agama Islam.

Bahkan, Rasulullah pun pernah melarang para sahabatnya mencela Nuaiman karena ia merupakan seorang mujahid sejati Islam.

Sahabat nabi yang jenaka itu pun sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya, hingga Rasulullah bersabda:

“Kalian jangan senang menghujat Nuaiman karena dia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Tertulis dalam Syarah Bukhari di Kitab Fath Al-Bari karangan Ibnu Hajar Al Asqalani, tidak ada syarat cinta Allah dan Rasul berupa harus terbebas dari semua dosa.

Semoga kisah Nuaiman sahabat nabi ini bisa menjadi inspirasi, ya! Dilansir dari orami.magazine ***